Santri MTs MA Hidayatullah jogja sholat lail

Penulis: Radibta Al-Farisi dan Adnan Anan (Al-Fatih Jurnalism Club)

           Kehidupan di akhir zaman memanglah sebuah kehidupan yang tidak mudah. Banyaknya fitnah dan juga bencana yang bertebaran menjadi alasannya. Mulai dari hilangnya rasa malu, merebaknya maksiat, krisis moral hingga fitnah yang paling berat adalah kemunculan Al-masih Ad-dajjal.

           Salah satu gambaran kesulitan pada akhir zaman nanti adalah untuk menjaga keimanan kita bagaikan yang menggenggam sebuah bara api. Dipegang ia membakar namun jika dilepas ia padam.

Dajjal dan Tandanya

           Disebutkan bahwasanya dajjal adalah seorang pria pendusta yang nantinya akan membawa malapetaka ke muka bumi ini. Kehadirannya selama 40 hari di bumi di gunakan olehnya untuk berkeliling ke penjuru bumi untuk menebarkan kesesatan. Dijelaskan pula dalam beberapa sumber dari Al-Quran atau As-Sunnah bahwasanya tak satu jengkal tanah pun yang luput dari pengembaraannya itu. Kecuali dua kota suci umat Islam yaitu Makkah dan Madinah.

           Dalam sebuah hadits disebutkan, 3 tahun sebelum dajjal muncul, bumi akan mengalami musim kemarau yang panjang. Pada tahun pertama Allah memberikan perintah kepada bumi untuk menahan 1/3 tumbuh-tumbuhannya. Pun juga kepada langit, Allah memerintahkan kepadanya untuk menahan 1/3 airnya untuk turun kebumi.

           Di tahun kedua, Allah menambahnya menjadi ½ dan puncaknya. Ialah tahun ketiga dimana Allah memerintahkan kepada lagit dan bumi untuk menahan semua tumbuhan dan airnya. Di saat itu kekurangan pangan merajalela di mana-mana. Dajjal muncul dengan membawa segala kebutuhan ummat manusia layaknya seorang pahlawan. Dia datang membawa Kembali kenikmatan yang hilang dengan mengaku sebagai tuhan.

           Dalam beberapa hadits juga di terangkan, bahwa di hari pertama kemunculan dajjal akan terasa seperti satu tahun, sehari setelahnya akan terasa seperti sebulan, sehari kemudian terasa seperti sepekan, serta hari hari berikutnya akan terasa  seperti hari hari biasanya. Selama dajjal di bumi ini, ia akan mengunjungi berbagai tempat sambil membawa dua sungai yang mengalir air jernih ditangan kanannya dan membawa sungai yang mengalir api ditangan kirinya. Dajjal akan menyeru kepada umat manusia untuk mengakui ia sebagai tuhan dengan bukti berbagai kelebihan yang memang Allah berikan kepadanya.

Dajjal Sebagai Ujian

           Inilah ujian terberat ummat manusia. Dikarenakan apabila mereka mengakui dajjal sebagai tuhan maka dajjal akan memberikan air ditangan kanannya yang merupakan surga versinya, sedangkan mereka yang tidak mengakui dajjal sebagai tuhan, ia masukkan kedalam api yang merupakan neraka versi dajjal. Disinilah keimanan seorang muslim diuji. Rasulullah SAW memerintahkan kepada orang orang yang beriman untuk memilih api karena sesungguhnya api tersebut adalah air yang menyejukkan sedangkan air tersebut adalah api yang menyala nyala.

           Nabi SAW bersabda bahwa dajjal adalah seorang lelaki pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, dan buta sebelah. Disebutkan juga mata yang buta tidak terlalu menonjol tidak pula kedalam. Maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai tuhan) kepadamu maka ketahuilah seungguhnya rabb kalian tidaklah buta.

           Di sabda lain di sebutkan jika dajjal muncul dari arah khurasan kau muslim yang melihatnya, akan melihat tulisan “ka-fa-ra” dalam abjad arab di dahinya, maka pantaskah ia menjadi tuhan Saudaraku. Saking besarnya fitnah dajjal ini tak seorang pun dari para nabi luput memperingatkan ummatnya untuk bersiap dengan datangnya dajjal ini.

           Rasulullah pun mengajarkan kita, bagaimana cara membentingi diri dari fitnah dajjal ini di banyak sabdanya. Yang salah satunya adalah dengan memperbanyak do’a: “Allahumma inni a’udzubika min syarri fitnati masihi ad-dajjal.” Setiap sebelum salam dalam sholat kita. Begitu pula dan memperbanyak membaca surat al-kahfi di setiap hati jum’at, dengan ikhtiar ini InsyaAllah kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.  Baik di dunia maupun di akhirat, terutama dari fitnah-fitnah akhit zaman yang kecil hingga yang terbesar yaitu fitnah Al-masih Ad-dajjal.

Wallahu a’lam bishowab

4 Thoughts to “Dajjal dan Fitnah-Fitnahnya”

  1. bagaimana agar tidak saling memfitnah?

    1. adminibs

      Maaf, yang dimaksud fitnah disini dapat diartikan sebagai ujian atau godaan yang diberikan karena kehadiran Dajjal untuk menguji keimanan dan kepercayaan manusia khususnya umat muslim. Adapun saran agar tidak saling memfitnah diantaranya adalah selalu pastikan dengan Tabayyun (Surat Al-Hujurat ayat 6) dan jangan Suudzon (Surat Al-Hujurat ayat 12).

    1. adminibs

      Alhamdulillah 😇🙏

Leave a Comment