MTs Hidayatullah Yogyakarta Gelar Khotmul Qur’an & Imtihan Ke-II - Pesantren Hidayatullah Yogyakarta

MTs Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelenggarakan Khotmul Qur’an & Imtihan Ke-II pada Sabtu, 26 Sya’ban 1446 H/14 Februari 2026 M, pukul 06.30–12.30 WIB. Bertempat di Gedung Serba Guna Pesantren Hidayatullah, kegiatan ini diikuti oleh 45 santri dan dihadiri para orang tua, asatidz, serta tamu undangan.

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran Al-Qur’an di madrasah sekaligus bentuk uji publik atas capaian para santri. Sebanyak 45 peserta mengikuti imtihan dalam lima kategori, yaitu tartil dan tahfidz juz 30, 29, 28, dan juz 1. Sebelumnya, para peserta telah melalui munaqosyah tertutup yang juga mencakup ujian juz 2–5.

Kepala Madrasah, M. Rifki Saputra, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengambil peran sebagai penjaga Al-Qur’an.

“Sesungguhnya hari ini kita ingin mengambil peran, dan juga menjadi hamba Allah subhanahu wata’ala, yang menjaga Al-Qur’an. Tidak hanya membacanya, menghafalkannya, tetapi juga dalam bingkai mentadabburi serta mengamalkan seluruh isi Al-Qur’an.”

Ia menjelaskan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan pengujian yang ketat. Dari 45 santri yang mengikuti munaqosyah, nilai rata-rata berada di atas 9, bahkan terdapat yang meraih nilai sempurna. Ia juga menegaskan bahwa sistem pendidikan di Hidayatullah bersifat berkelanjutan: di jenjang MTs ditargetkan penguasaan tartil yang kuat, sedangkan di MA diarahkan agar mampu menjadi guru Al-Qur’an. Harapannya, jumlah peserta akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang dan melibatkan jenjang yang lebih tinggi.

Sambutan perwakilan Ummi Foundation, Ust. Ali Afronjani, turut memperkuat makna kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa khotmil Qur’an bukan ajang kebanggaan semata, melainkan bentuk pertanggungjawaban lembaga atas proses pembelajaran yang telah berjalan.

“Bapak-ibu yang kami hormati. Perlu kami sampaikan bahwa khotmil Qur’an ini bukanlah ajang sombong-sombongan lembaga. Akan tetapi sebagai bentuk pertanggungjawaban, bahwa di lembaga kita, Madrasah Hidayatullah Yogyakarta ini, ada proses pembelajaran (Qur’an) yang baik.”

Ia menjelaskan bahwa tim Ummi telah menguji para santri dari aspek tartil, fashahah, bacaan ayat-ayat gharib, tajwid, hingga hafalan juz 30, 29, 28, dan 1. Pada momentum uji publik ini, orang tua dipersilakan menguji langsung bacaan anak-anak mereka sebagai bukti transparansi dan kualitas pembelajaran.

Suasana haru terasa ketika perwakilan wali khatimin, Bapak Mungki Yogo Sasongko, wali dari Luqman Matahari Sasongko kelas 8B, menyampaikan kesannya. Ia mengaku melihat perubahan signifikan pada putranya, bukan hanya dalam bacaan dan hafalan, tetapi juga dalam ibadah dan kesadaran diri.

“Perubahan anak kami ketika sekolah di sini sangat terasa, baik dari bacaan dan hafalannya, sampai pada ibadahnya. Tanpa harus disuruh, kesadaran itu sudah muncul. Semoga ke depannya lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan, Ust. Abdullah Munir, S.Ag., mengingatkan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam proses pendidikan Al-Qur’an akan memperoleh ganjaran dari Allah, selama menjaga keikhlasan dan membersihkan diri dari penghalang pahala.

Kegiatan Khotmul Qur’an & Imtihan Ke-II ini ditutup dengan doa penuh kekhusyukan yang dipimpin oleh Mudir Pesantren Hidayatullah, Ust. Jundi Iskandar, Lc. Rangkaian acara yang berlangsung hingga siang hari itu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin – sebuah penegasan bahwa melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an bukan sekadar program tahunan, melainkan amanah yang terus diperjuangkan bersama.

Penulis: Nashrurrahman Zein & Eko Sumardianto
Dokumentasi: Humas Pesantren Hidayatullah

Leave a Comment