Tingkatkan Semangat Menulis, AJC Selenggarakan Seminar Jurnalistik
  • Posted: 15/03/2016
  • By: Administrator
  • Comments: 2

Tingkatkan Semangat Menulis, AJC Selenggarakan Seminar Jurnalistik

Siang itu cuaca cerah. Ada beberapa santri berhem hitam dan sebagian bergamis putih sudah duduk rapi di ruangan kelas yang diubah selayaknya ruang seminar. Dua narasumber berbaju putih tampak berjalan menuju kelas tersebut.

Hari itu, 14 Maret 2016, santri Hidayatullah Yogyakarta yang tergabung dalam wadah Al-Fatih  Journalistic Club (AJC), mengadakan seminar Jurnalistik bagi anggotanya dan sebagian santri Hidayatullah di pondok pesantren Hidayatullah Yogyakarta.

Acara yang bertujuan meningkatkan semangat jurnalistik santri Hidayatullah Yogyakarta dan khususnya kepada anggota Al-Fatih Journalistic Club (AJC) ini menghadirkan pembicara Imam Nawawi (Pemred majalah Mulia) dan Masykur (Ketua Pena).

Imam Nawawi dalam pemaparan materi pertamanya, menyampaikan apresiasi kepada Al-Fatih Journalistic Club (AJC) atas kontrubusinya dalam dunia jurnalistik di pesantren Hidayatullah Yogyakarta, hingga mampu menghasilkan produk jurnalistik berupa majalah Al-Fatih. Dia juga menyatakan bahwa seorang penulis memiliki 2 kepastian, menjadi cerdas dan mencerdaskan orang lain.

“Orang yang menulis adalah orang yang cerdas, dan juga di saat yang sama dia mencerdaskan orang lain”. Ujar Imam Nawawi dalam pembukaan materinya. Imam Nawawi menambahkan bahwa menulis adalah energi yang sejatinya sangat besar. Dia mengiaskan, “Bandingkan antara mengangkat dua sak semen dengan menulis satu paragraf tulisan solusi menyatukan umat Islam Indonesia, cepat mana? Ini bukti bahwa menulis adalah energi besar,” ujarnya.

Di akhir materinya, Imam Nawawi memberikan satu bait puisi yang ia kutip dari pujangga pemikir Islam Muhammad Iqbal. “Bangkitlah, ciptakan dunia baru. Bungkus dirimu dalam api, dan jadilah seorang Ibrahim. Jangan mau tunduk kepada apapun kecuali kebenaran. Ia akan menjadikanmu seekor singa jantan”.

Sementara pemateri kedua, Masykur selaku ketua Pena (Penulis Nusantara) menyampaikan betapa beruntung jika kita punya kelebihan, dan kelebihan bisa menulis adalah kelebihan yang paling menguntungkan. Dia menegaskan tulisan seseorang yang berguna dan dibutuhkan orang banyak akan abadi dan terus eksis.

Acara seminar jurnalistik yang diikuti 32 peserta ini diakhiri dengan sesi diskusi. Salah satu temanya tentang perang ideologi dalam media-media jurnalistik yang sangat keras dan ketat saat ini. Dalam diskusi menarik ini, Imam Nawawi memberikan kiat-kiat menjadi seorang Penulis. Peserta yang mayoritas anggota Al-Fatih Journalistic Club (AJC) ini tampak mengikuti acara dengan antusias. (Rofi Munawwar)



Bagikan Halaman ini