LONGMARCH
  • Posted: 01/03/2016
  • By: Administrator
  • Comments: 2

LONGMARCH

Hari Kamis, 4 Februari 2016, seluruh santri MTs dan MA Hidayatullah Yogyakarta bersiap-siap untuk mengikuti agenda bulanan pesantren, yakni Longmarch. Agenda tersebut diselenggarakan oleh SARCAVA 554, organisasi santri Hidayatullah Yogyakarta yang telah mendapatkan tempaan ujian fisik dan mental untuk menjadi tim SAR. Organisasi ini biasanya mendapatkan tugas untuk mengamankan seluruh santri pada saat mereka beraktivitas di luar pondok pesantren.

Selepas sholat ‘ashar berjamaah, seluruh santri – selain santri kelas 9 dan kelas 12 – dikumpulkan di halaman sekolah untuk mempersiapkan diri. Setelah melakukan pengecekan kelengkapan yang harus dibawa tiap santri, yakni botol minum, senter, dan uang secukupnya, salah seorang anggota SARCAVA yang mendapat amanah sebagai korlap longmarch segera membagi santri menjadi 6 kelompok. Setelah pembagian kelompok selesai, keenam kelompok itu pun diberangkatkan satu persatu.

Pada awal perjalanan, tak sedikit pun tergurat perasaan khawatir di wajah seluruh santri. Mereka mengikuti longmarch dengan gembira. Mereka saling bercakap-cakap, tak sedikit pun rasa khawatir menyelinap di hati meski awan hitam menggelayut di langit. Sedikit kecemasan timbul, ketika gerimis mulai turun. Akan tetapi, hal itu tidak mengganggu perjalanan. Bahkan, semangat para peserta longmarch justru semakin membara.

Setelah berjalan cukup jauh meninggalkan pondok, seluruh rombongan berhenti di sebuah masjid yang telah ditentukan. Selain menunaikan sholat maghrib secara berjamaah, para santri memanfaatkan waktu untuk sekadar melepas penat. Namun, tak lama mereka beristirahat, korlap sudah memberangkatkan kembali rombongan longmarch. Dengan stamina yang masih stabil, para santri kembali menginjakkan kaki di aspal untuk melanjutkan perjalanan.

Selang beberapa menit keluar dari masjid, ada kejadian yang hingga hari ini masih kami kenang:

Awalnya, seluruh  rombongan sudah berjalan dalam format satu banjar memanjang dan tidak ada pemisah antar rombongan. Tim penyapu berada di belakang barisan dengan jarak 20 s.d. 30 meter. Saat itu tiap santri mulai berkonsentrasi dengan masalah mereka masing-masing. Suasana gelap sedangkan penerangan jalan sangat terbatas. Medan yang menanjak, sementara jalan semakin sulit dilihat, membuat para santri harus fokus pada jalan yang akan mereka lalui. Pada saat hanya suara jangkrik yang terdengar, para santri dikejutkan dengan suara benturan yang cukup keras. Ternyata ada seorang pengendara motor jatuh setelah kendaraannya menyenggol seorang pejalan kaki. Benturan antara motor dan aspal itulah yang sempat mengejutkan para santri di tengah kesunyian.

Anggota SARCAVA yang bertugas sebagai tim penyapu di bagian belakang barisan menjadi saksi atas insiden tersebut. Tanpa ragu-ragu, tim SARCAVA yang berada di tempat kejadian menolong pejalan kaki yang terserempet motor itu, sedangkan beberapa orang warga sekitar menolong si pengendara dan menepikan motor yang melintang di jalan. Setelah memindahkan korban ke tempat yang terang dan memastikan bahwa keadaan sudah terkendali, tim SARCAVA kembali memberangkatkan rombongan longmarch yang sempat terhenti.

Semakin jauh para santri melangkahkan kaki, semakin terasa letih dan rasa pegal yang menjalar dari telapak kaki hingga seluruh badan. Wajar saja, karena rute longmarch kali ini memang cukup jauh. Bukan hanya rasa letih dan pegal yang mengganggu perjalanan, gelapnya malam dan minimnya pencahayaan menjadi kendala tersendiri dalam longmarch ini. Akan tetapi, semua itu sedikit terobati dengan gemerlap gemintang di langit malam. Entah kenapa gemerlap bintang malam itu sungguh terasa sensasinya, meski sebenarnya bintang-bintang itu biasa kami lihat di malam-malam lainnya.

Sudah cukup lama kami melangkahkan kaki, hingga tibalah kami di tempat yang ditentukan untuk beristirahat. Di tempat itulah kami ditawari dua pilihan: makan malam atau segera pulang ke pondok. Ternyata sebagian besar dari peserta memilih segera pulang ke pondok agar bisa segera beristirahat dan makan malam.

Akhirnya, seluruh peserta longmarch tiba kembali dengan selamat di pondok pesantren setelah lewat tengah malam. Semua peserta menunjukkan perasaaan lega dan bahagia setelah berhasil melalui sebuah perjalanan yang sangat menantang. (Hafidz Mizan)

 


Bagikan Halaman ini