Berlatih Memanah (Lagi)
  • Posted: 30/04/2016
  • By: Administrator
  • Comments: 2

Berlatih Memanah (Lagi)

Siang itu, langit tampak begitu cerah. Biru, tanpa sedikit pun awan yang menggantung. Matahari bersinar garang. Cuaca seperti itu biasanya membuat orang-orang malas keluar rumah. Tapi tidak demikian halnya dengan sebagian santri MTs & MA Hidayatullah Yogyakarta. Meski cuaca panas, mereka tetap bersemangat berlatih memanah. Dengan seragam Pandu Hidayatullah berwarna orange, mereka tampak antusias berlatih memanah didampingi Bapak Murjani, pengurus Pengda Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Sleman.

Selain rutin mengadakan kegiatan ekstra kurikuler bulanan seperti tadrib, longmarch, dan renang, MTs & MA Hidayatullah Yogyakarta juga mengadakan kegiatan ekskul pekanan seperti kepanduan dan lari siang. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih fisik dan mental para santri. Kini, setelah beberapa waktu vakum karena ketiadaan lapangan, kegiatan ekskul panahan dimulai lagi. Ekskul panahan ini mempunyai tujuan utama untuk mengamalkan sunnah Nabi dan mempersiapkan diri (i’dad) menyambut seruan perjuangan.

“Kalau bisa sampai (prestasi) nasional,” kata Pak Murjani memotivasi para santri. Walau sudah sepuh, tetapi gerakan beliau masih tampak gesit membimbing dan mengarahkan para santri berlatih panahan. Beliau berharap para santri MTs & MA Hidayatullah Yogyakarta bisa ikut berkompetisi di cabang olahraga panahan. Bahkan, jika memungkinkan ada di antara para santri yang mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sementara itu, ustadz Hafizh Burhani yang menjadi penanggung jawab pelaksanaan latihan memanah berpesan agar para santri meniatkan diri untuk beribadah ketika berlatih memanah; insya Allah prestasi juga akan mengikuti.

Latihan memanah ini tidak saja dikhususkan untuk para santri MTs & MA Hidayatullah Yogyakarta. Pengurus Pesantren juga berusaha agar kegiatan berlatih memanah ini juga dirasakan oleh seluruh warga pesantren, termasuk para ustadz dan kaum perempuan. Untuk ibu-ibu dan kaum perempuan, telah disiapkan pelatih perempuan, yang tak lain adalah istri Pak Murjani. Semoga sunnah memanah ini bisa tumbuh subur di kalangan Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, sebagai salah satu bentuk ibadah dan persiapan menyambut seruan perjuangan. (Muh Izzul Muslimin)


Bagikan Halaman ini